Pertemuan Mahasiswa Program Doktoral ke-8 Bahas Perkembangan Sistem Kesehatan di Asia Tenggara

Selasa (13/05), FK UGM menjadi tuan rumah untuk Postgraduate Forum on Health Systems and Policy ke-8. Acara tahun ini mengambil tema “Medical Doctor Migration and Health System Development in South East Asia : Implication for Medical Doctors and Specialists Education”. Pertemuan ini merupakan kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh Universitas Gadjah Mada, Universitas Naresuan Thailand, dan Universitas Kebangsaan Malaysia sejak 2007 lalu.kagama perkembangan kesehatan

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, Ph.D, penggagas sekaligus forum director, menyebutkan bahwa tema yang diambil tahun ini bertujuan untuk memaparkan tren pelayanan kesehatan secara global. Serta mengidentifikasi potensi pasar pelayanan kesehatan dilihat dari sisi epidemiologi dan sosio ekonomi di negara-negara ASEAN. Sekaligus untuk mengidentifikasi konsep migrasi dokter dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia, dan melihat perkembangan sistem kesehatan untuk menghadapi migrasi dokter di wilayah ASEAN. Sehingga, dampak terhadap proses pendidikan kedokteran kedepannya dapat dipahami dan dieksplorasi lebih dalam.

Pertemuan yang berlangsung hingga 14 Mei ini diselenggarakan dari hasil kerjasama antara Center for Health Policy and Management and Graduate Program in Health Policy and Management UGM, WHO, Fakultas Kedokteran Universitas Naresuan Thailand, Universitas Kebangsaan Malaysia, United Nation University- international Institute for Global Health, Nossal Institute, University of Melbourne. Hari pertama diisi dengan seminar yang dibagi menjadi 4 sesi dengan topik bahasan yang berbeda. Sedangkan pada hari kedua akan diisi dengan presentasi oral hasil riset peserta yang lolos seleksi abstrak. Tercatat peserta yang berpartisipasi sebanyak 104 orang, 33 orang dari Thailand, 47 dari Indonesia, dan 24 orang dari Malaysia.

Para peserta terlihat antusias mengikuti acara di hari pertama ini. Seminar sesi pertama diisi oleh 3 pembicara yang dimoderatori oleh Prof. dr. Supasit Pannarunothai, DTM&H, MSc, Ph.D dari Universitas Naresuan. Pembicara pertama adalah Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH dari FK UGM. Beliau menyampaikan perkembangan tren epidemiologi negara-negara di Asia Tenggara, meliputi isu-isu lingkungan dan integrasi kebijakan di bidang kesehatan.

Pembicara kedua dari Universitas Kebangsaan Malaysia sekaligus peneliti senior di United Nations University International Institute for Global Health, Prof. Dato’ Dr. Syed Mohamed Aljunid, MD, MSc, Ph.D, FAMM,DSNS. Beliau menyampaikan tentang perkembangan universal health coverage dan industri medis, serta peningkatan status ekonomi sosial di Asia Tenggara. Sesi pertama ini ditutup dengan presentasi dengan video conference dari Prof. Barbara McPake, BA, Ph.D, peneliti senior di bidang kebijakan dan sistem kesehatan dari Queen Margaret University,Edinburg.

Sesi kedua seminar di hari pertama membahas tentang permintaan dan penawaran pelayanan kesehatan di Asia Tenggara. Sesi ini dimoderatori oleh Prof. Aljuneid, dengan 3 pembicara, yaitu Prof. Pannarunothai, dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes dari FK UGM, dan Dr. Mohammad Shahjahan dari WHO. Sedangkan sesi ketiga membahas tentang kebijakan migrasi bagi dokter di wilayah Asia Tenggara. Moderator yang bertugas adalah Prof. dr. Adi Utarini, MSc, Ph.D dari FK UGM. Sesi keempat membahas tentang dampak adanya migrasi dokter terhadap proses pendidikan kedokteran. Sesi ini diisi oleh dua pembicara, yaitu Wanicha Chuengkongkew dari Mahidol University dan Dr. Ova Emilia, M.Med, Ed.Sp.OG(K), Ph.D dari FK UGM. Acara pada hari pertama ditutup dengan Gala Dinner di University Club UGM. (ALF/Reporter)