MamaConga


mamacongaKelompok FK UGM MamaConga adalah kelompok maya khusus para mantan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, baik yang dulu pernah mengalami pendidikan di sekitar kompleks Ngasem (Mangkubumen, Mangkuwilayan dan Mangkuyudan), ataupun mereka-mereka yang lulus kemudian, dan mungkin tidak sempat mengalami pendidikan di kompleks tersebut. Kelompok ini bersifat informal kekeluargaan dan bertujuan memupuk persahabatan dan kekerabatan alumni.

Pendidikan kedokteran di kompleks Ngasem telah menanamkan semangat perjuangan dan nasionalisme, antara lainuntuk menjadikan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menjadi lembaga pendidikan kedokteran modern dan ternama di tingkat nasional maupun dunia global. Para mahasiswa waktu itu sangat menyadari semangat yang diwariskan oleh pendirinya, Prof. Dr. Sardjito dan para guru terdahulu dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Para mahasiswa dididik secara ketat mempersiapkan diri menjadi dokter yang mengabdikan profesinya untuk kemanusiaan.

Inilah alasan utama mengabadikan nama kompleks Ngasem dalam kelompok FK UGM MamaConga, agar semangat perjuangan dan pengabdian kemanusiaan tetap menjiwai para alumni dan generasi kemudian. MamaConga adalah singkatan Mantan Mahasiswa Kompleks Ngasem. Para mahasiswa FK UGM di kompleks Ngasem dulu dikenal dengan MamaConga (Masyarakat Mahasiswa Compleks Ngasem).Nama ini juga memberi penekanan bahwa di kompleks Ngasem, perguruan kedokteran ini berakar dan berkembang kemudian menjadi lembaga pendidikan tinggi kedokteran yang ternama, di Indonesia maupun di dunia.

Di kelompok ini berkumpul para alumni, para dokter lulusan lama yang telah mengabdikan profesinya di berbagai bidang, baik mereka yang memegang kebijakan di tingkat nasional, maupun mereka yang bergerakdi lini depandibidang pelayanan pasien dan masyarakat. Mereka bisa berbagi cerita tentang perjalanan profesinya, perjalanan kariernya, dan cerita-cerita yang menarik selama pendidikan dan selama menjalani profesinya. Sebagian mereka telah atau mendekati masa pensiun. Tetapi pepatah mengatakan old soldiers never die. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk kemanusiaan dan persahabatan.

Penerbitan ini memuat riwayat perjalanan profesi dan karie selepas dari kompleks Ngasem, cerita-cerita singkat dan menarik selama pendidikan dan selama menjalankan profesi, dan ungkapan-ungkapan rasa sentimental dalam puisi. Dokter adalah manusia biasa yang tak pernah lepas dari rasa. Ungkapan rasa dalam puisi bisa menggambarkan nyanyian sunyi mereka tentang higup, persahabatan, alam sekitar dan sebagainya. Juga ungkapan-ungkapan untuk mengenang teman yang telah pergi mendahului dan mengakhiri  perjalanan panjang. Semua tulisan ini dibuat secara sukarela oleh masing-masing anggota. 

Semoga catatan ini bisa memberikan refleksi bagi teman-teman alumni MamaConga dan masukan untuk generasi berikutnya.
Salam MamaConga,

Yogyakarta, Januari 2012


Galeri Buku MamaConga