Sejarah Ndalem Mangkubumen

Dibangun pada tahun 1865 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Dalem Mangkubumen didirikan sebagai tempat tinggal putra mahkota atau Pangeran Adipati Anom. Setelah putra mahkota naik tahta dalem ini ditempati oleh adik kandungnya GPH Mangkubumi sehingga kemudian lebih dikenal dengan nama Dalem Mangkubumen. Setelah GPH Mangkubumi wafat, adiknya yaitu GPH Buminoto menggantikannya menempati Dalem Mangkubumen sampai tahun 1928. Kediaman tersebut juga pernah dijadikan tempat tinggal sementara oleh Jenderal Sudirman pada Agresi Militer II Belanda. Mulai tahun 1983, dulu ndalem mangkubumen pernah digunakan Fakultas Kedokteran UGM sebelum menempati lokasi di sekip utara ini dan sampai sekarang Dalem Mangkubumen perdigunakan sebagai kampus Universitas Widya Mataram dan SMA Mataram.

Dalem Mangkubumen beratap dalam bentuk joglo (pendapa) dan limasan (rumah induk/dalem). Dalem ini berbentuk bujur sangkar dengan susunan ruangan yang terdiri dari ruang pertemuan/pendapa, ruang pentas wayang, dan ruang keluarga. Pendapa menggunakan blandar bersusun yang disebut blandar tumpang sari, semakin keatas semakin melebar, dan memiliki empat tiang pokok di tengah (saka guru). Konstruksi saka guru ini disebut sunduk kili, berfungsi sebagai pengikat bangunan supaya tidak berubah bentuk posisinya.